NABI MUHAMMAD PROFIL MANUSIA IDEAL
Nama : Ana Wahyu Kusniati
Npm : 14040004
Kelas : 3 a
NABI MUHAMMAD
PROFIL MANUSIA IDEAL
Sudah diyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi, Rasul dan
profil manusia ideal sebagai perwujudan sempurna dari ajaran islam. Allah telah
menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad digambarkan secara ringkas
sebagai ’’Uswatun Hasana’’ (contoh tauladan yang baik), dan menurut
Aisyah, istri Beliau yang paling cerdas mengatakan bahwa ’’akhlak beliau adalah
Al-Qur’an”. Bahkan seorang cendikiawan Amerika, Michael H. Hart meletakkan beliau
pada posisi teratas dari deretan seratus tokoh-tokoh dunia yang mempunyai
peranan besar dalam mengubah arah sejarah dunia. Baik oleh kawan maupun lawan.
Nabi Muhammad
diakui pula sebagai pemimpin dunia, organisator, pencetus revolusi kemanusiaan
yang paling berhasil, pemersatu bangsa-bangsa, pemimpin keluarga dan seribu
satu macam gelar lainnya. Namun dibalik kebesaran itu, beliau juga manusia
biasa seperti kita. beliau butuh makan dan minum, pakaiaan dan istri, suka dan
duka, benar dan salah, serta seribu satu kebutuhan sebagai layaknya manusia.
Keberhasilan Beliau tidak lepas dari kegigihan dan tanggung jawab beliau yang
besar dalam mengemban mitra kemanusiaan, kenabian dan kerasullan di dunia ini.
Nabi Muhammad
sangat gembira apabila dibutuhkan oleh orang lain, ’’sebaik-baik manusia adalah
yang paling bermanfaat bagi orang lain’’. Beliau sangat gembira tatkala
kegembiraannya itu diperlukan, dan sebabnya adalah baik. Beliau adalah utusan
Allah yang satu, walaupun hayat beliau berakhir, akan tetapi tidak pernah
terlupakan siapa beliau atau ajarannya yang merupaan cermin wujudnya. Beliau
membawa berita yang mulia dan terhormat dengan kerendaan hati.
Di dalam jiwanya,
ada suatu yang lemah lembut bagaikan perempuan, ada satu sifat heroik bagaikan
seorang pahlawan. Beliau selalu memberi keputusan dengan adil dan kasih sayang
bagi orang-orang yang membutuhkannya. Beliau juga, yang berani menghadapi kaumnya
yang iri hati, selama beberapa tahun ketika beliau di Makkah maupun ketika di
Madinah dengan penuh keberanian dan tanggung jawab.
Dalam persepsi
tentang hidup dan kerja, beliau tidak pernah menyuruh umatnya untuk lari dari
kehidupan duniawi dan tanggung jawab sosialnya. Beliau menyukai orang yang
hanya berdo’a, berzikir di masjid dan tawakal, berserah diri kepada Allah,
tanpa diikuti dengan usaha yang rill semaksimal mungkin. Beliau senantiasa
bekerja keras dan menyuruh umatnya untuk mencari karunia Allah sebagai bagian
integral dari pelaksanaan pengabdian kepada Allah. Beliau lebih senang ’’memberikan
kail dari pada memberikan ikan’’, artinya beliau lebih menyukai umatnya yang
senantiasa berusaha terlebih dahulu daripa langsung meminta-minta.
Rasulullah adalah
profil manusia yang mempunyai komitmen atau tanggung jawab terhadap apa yang
telah dibuat, dipikirkan, dan dipercayakan kepada beliau walaupun beliau harus
menghadapi tantangan yang berat dan tidak luput dari cemoohan, serta rintangan
yang taruhannya adalah nyawa beliau. Nabi Muhammad SAW mendapat perintah Allah
untuk menyampaikan amanat itu dengan tidak dijelaskan jalan mana yang harus
ditempuhnya,baik dalam menyampaikan risalah maupun dalam cara
mempertahankannya. Pelaksanaannya berdasarkan kemampuan akalnya,
pengetahuannya, kecerdasannya, sebagaimana tercatat dalam sejarah bahwa bangsa
Arab yang dihadapi Nabi Muhammad bukanlah bangsa yang bodoh, melainkan bangsa
yang telah memiliki kebudayaan yang tinggi, mempunyai solidaritas kesukaan yang
kuat dan mempunyai harga diri yang tinggi,akan tetapi kehidupan moralitas mereka
jauh dari sifat-sifat terpuji seperti perbudakan, pembunuhan anak perempuan,
menuhankan berhala dan lain sebagainya.
Sedangkan ajaran
yang dibawa Nabi Muhammad dalam banyak hal sangat bertentangan dengan kebiasaan
mereka. Namun demikian, beliau tidak pernah cuci tangan , lari dari kenyataan
dan frustasi. Beliau adalah orang yang paling tabah dalam menghadapi cobaan,
sabar dalam menghadapi rintangan, tegar dan disiplin tetapi luwes dalam
memegang prinsip, berjiwa besar dan mempunyai semangat juang yang tinggi dalam
menyongsong masa depan.
Dalam kehidupan
sehari-hari Nabi Muhammad terkenal sebagai orang yang hemat dan sederhana,
tidak boros dan konsumtif serta berlebih-lebihan, tetapi tidak kikir. Bahkan
Nabi Muhammad sangat memperhatikan orang kecil, orang lemah dan orang yang
dilemahkan (mustaz’afin), tetapi sesekali beliau tidak menyukai
kelemahan, tidak akan menambahkan jumlah orang-orang lemah dan tidak akan melemahkan.
Dalam beribadah,
Nabi Muhammad adalah nabi yang paling rajin dan tekun beribadah dan tekun
beribadah. Beliau senantiasa berdzikir dan berfikir di waktu berdiri, duduk dan
ketika beliau berbaring. Beliau senantiasa memohon ampun dan rahmad walaupun
dosa-dosa beliau telah diampuni dan Allah telah menjanjikan beliau dalam
rahmad-Nya. Beliau tidak pernah absen dari salat malam, berpuasa senin-kamis
dan amalan-amalan sunat lainnya.
Dalam bidang
karir, beliau adalah orang yang paling sukses. Kesuksesan beliau ini dengan
tulus diakui oleh kawan maupun lawan serta para ilmuan tanpa paksaan
sedikitpun. Merek mengakui Nabi Muhammad tidak hanya sebagai Nabi, melainkan
sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara yang adil dan bijaksana, panglima
perang yang tegar dan perkasa. Taktik dan strategi dan pandangannya jauh ke
depan. Nabi Muhammad juga dikenal sebagai diplomat yang ulet dan bijaksan,
seorang pendidik yang sukses, seorang pemimpin dan manajer yang pandai memengaruhi
dan menggerakkan orang lain, serta masih banyak lagi kelebihan-kelebihan beliau
yang kesemuanyaitu merupakan pencerminan dari profil manusia Muslim sebagai
wujud nyata dari ajaran Islam yang terakumulasi dalam kitab suci
Al-Qur’an.Sesungguhnya telah nyata pada diri pribadi rasul Allah suatu teladan
(idola) yang terbaik bagi orang yang berharap berjumpa dengan Allah
(Keridhaan-Nya) dan bahagia di hari akhir.
Komentar
Posting Komentar