HUMAIRAH AZ-ZAHRA
Penulis: Ana Wahyu Kusniati

Bukan sekedar rasa yang dulu pernah ada, bukan pula hati yang selalu merindukannya, tapi ini tentang sebuah komitmen dan istiqomah. Iya benar komitmen dan istiqomah adalah hal yang sulit saat kita ingin berada dalam sebuah garis lurus, bukan tak mampu tetapi terkadang diri ini merasa tak percaya diri, dan keadaan yang senantiasa memaksa untuk berhenti. Tetapi, apa hanya mampu sampai disini? hanya mampu bertahan di level ini?

Humairah Az-Zahra nama yang diberikan oleh kedua orangtua ku pada ku. Nama sederhana yang mengandung do’a indah yang senantiasa dicurahkan oleh umi dan abi. Saat ini aku baru saja menginjakkan kaki dalam lingkungan yang baru, dan yang jelas suasana yang baru pula. Berada di tengah-tengan mahasiswa baru yang memiliki cita-cita serta harapan yang sama, yaitu menggapai cita dan membahagiakan kedua orangtua. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu Lampungadalah nama kampus pilihan ku. Bukan tanpa alasan aku memililih kampus ini sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan mewujudkan cita-cita ku. Guru, adalah cita-cita ku, dan yang jelas harapan ku saat ini memasuki dunia yang baru adalah memperbaiki diri ini.

Aku masih sangat teringat ketika teman ku semasa SMA saling memberikan semangat untuk menggapai dan mewujudkan cita-cita kami. Mea sahabat ku yang satu ini memilki hobby ngantuk saat jam 08.00 WIB ternyata memiliki cita-cita yaitu menjadi seorang ahli fisika, sehingga ia melanjutkan pendidikan di salah satu Universitas Negeri di kota Bengkulu dan mengambil konsentrasi dalam bidang ilmu Fisika murni. Sementara Lanjar Utami sahabat ku yang paling pendiam ternyata memilki cita-cita untuk menjadi seorang ahli kesehatan sehingga ia melanjutkan disalah satu Politeknis Negeri yang ada di kota Jakarta. Sedangkan sahabat ku yang paling cantik dia dengan setia selama 3 tahun duduk bersama ku menjadi sahabat sebangku dan menjadi orang pertama yang selalu mendengar keluh kesah ku saat menghadapi berbagai macam persoalan ala-ala anak SMA. Lucu sekali kala aku mengingat kejadian tempo lalu, iya aku sangat merindukannya, sangat mengingankan hal itu terulang kembali.

Banyak yang berkata kenapa kami tidak memilih kampus yang sama? Ya wajar saja hampir setiap hari selama 3 tahun kami bersama di SMA dimana ada aku jelas ada ke tiga sahabat ku, sehingga banyak yang berkata bahwa kami tidak akan bisa jika dipisahkan. Namun, kenyataannya saat ini kami membuktikan, kami memilih kampus yang berbeda. Benar, awalnya aku sangat tidak nyaman dengan keadaan ini, tetapi ternyata perpisahan kami mengajarkan hal yang baru, mengenalkan kami dengan dunia baru.

Awal memasuki dunia perkuliahan yang semua serba baru, bukan hanya sekedar lingkungan, pelajaran, ataupun teman melainkan lebih dari itu. Anak kost sebutan untuk ku saat ini, iya aku harus rela berjauhan dengan umi dan abi serta ke dua adik ku yang sangat tampan, aku harus merelakan melihat perkembangan si bungsu, adik ku yang paling kecil Alvin Bayu Maulana masih berusia 3 tahun, iya usia yang sangat menggemaskan. Ingin rasanya aku setiap saat bersama si kecil, tetapi demi cita-cita ini aku harus siap dan menerima hal itu.

Bukan hal mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, aku membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan. Menjadi seorang mahasiswa yang notabenya adalah anak rantau yang jauh dari keluarga sehingga segala sesuatu baik itu masalah pelajaran atau masalah kehidupan anak kost ya di penuhi dan di selesaikan sendiri.

Tapi, akau sangat beruntuk memilki ibu dan bapak kost yang sudah seperti orang tua sendiri, meskipun terkadang sedikit mengekang tetapi pada dasarnya hal itu sangat baik untu ku. ya kemabli lagi dengan keadaan kampus ku, aku kuliah di sebuah kampus yang berlandaskan atau di bawah naungan muhammadiyah, jelas lingkungan kami di sesuaikan dengan hal tersebut. Awalnya sangat sulit bagi ku menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti ini, namun seiring waktu berlalu aku mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang penuh religi ini. hal ini jelas menghapus duka lama yang pernah ku simpat rapat dalam hati, yaitu saat aku tidak bisa melanjutkan kuliah bersama dengan ke tiga sahabat ku.

Namun, Maha suci Allah, Maha Besar Allah yang telah memberikan petunjuk dan memberikan jalan hingga akhirnya aku mampu berada di tengah-tengah mereka, di tengah-tengan murabbi yang dengan senantiasa membimbing dan memberikan nasihat yang bijak kepada ku. dan tak kalah aisyah sahabat ku yang luar biasa sholehah, sampai iri kalau lagi sama ais pingin banget bisa kaya ais, dulu saat pertama Ospek kami sudah bersama hingga sekarang ini. aisyah wanita yang lembut, baik, sholehah, dan tentunya calon istri idaman kaum adam.

Aku banyak belajar dengan aisyah sahabat ku yang satu ini selalu memberikan masukan-masukan dan memotivasi saat aku merasa tidak yakin dengan sebuah pilihan. Hingga saat aku memilih untuk meninggalkan kekasih hati yang sangat aku sayang kala itu, ais lah yang menyadarkan ku, atas kesalah yang aku biar ka nada sejak dulu hingga kini. Kata-kata ais yang kala itu menyadarkan ku dari lamunan dosa yang ku buat selama ini benar-benar membuat hati ini tertunduk malu, Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Masya Allah rasanya diri ini malu sekali, merasa rendah dan benar-benar berdosa.

Sampai pada suatu ketika, suara itu senantiasa menggema dalam telinga ini, suara itu senantiasa ku rindukan di relung hati yang terdalam. Namun, istiqomah dalam suatu pilihan harus di junjung tinggi. Wahai hati, bersabarlah untuk menunggu, tidak mengapa , jika bukan saat ini maka akan ada saat yang indah kelak maka tak usah dirisaukan. Yakin lah akan tiba saat nya hati ini berlabuh di tempat yang sesuai dan sangat tepat di waktu yang tepat serta dengan cara yang tepat dan tentunya dengan orang yang tepat yang sudah Allah tetapkan untuk meneyempurnakan agama ku.

Hingga tibalah pada sebuah kesimpulan bahawa Allah akan memberikan yang terbaik bagi setiap hambanya, maka persiapakn diri untuk menjadi lebih baik dihadapan Allah. Kesungguhan untuk berubah dan keyakinan untuk senantiasa istiqomah, adalah hl terpenting untuk senantiasa meluruskan niat menjadi wanita yang lebih baik, berkualitas agar senantiasa dirindukan oleh Syurga Nya Allah. Aamiin.



Karya: Ana Wahyu Kusniati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NABI MUHAMMAD PROFIL MANUSIA IDEAL

cerpen “SUARA YANG KU RINDUKAN”

Puisi Pendidikan, Puisi Nawayusti