SURAT CINTA UNTUK IBUNDA
Penulis: Ana Wahyu Kusniati
Rintik
hujan menjadi saksi, dinginnya malam menjadi selimut kala malam itu. Malam yang
syahdu, lalu pecah dengan suara tangisan si kecil yang tak lain adalah aku. Aku
yang selalu ibu nantikan, aku yang selalu ibu dambakan. Ibu keyakinan ku
semakin menyulut, kepercayaan ku atas semua yang engkau berikan. Tak ada satu
pun yang rela menaruhkan nyawanya demi orang lain kecuali ibu. hingga sebesar
ini aku masih sangat teringat dengan segala tingkah nakal ku dahulu. Dimana saat
itu aku selalu merepotkan mu, membuat mu menjadi lelah karena ulah ku. Sering
sekali membuat pekerjaan mu terhambat karena aku, ibu rela mengabaikan segala
urusan demi menjaga ku, bahkan ibu rela terjaga di malam hari saat aku sakit
dahulu, begitu khawatirnya ibu pada ku.
Ketulusan
itu masih sangat kurasa hingga saat ini. Aku tak mampu untuk mengutarakan
segala kebaikan mu, pengorbanan mu dan segala yang telah ibu berikan pada ku.
Ibu engkaulah pelipur laraku, bukan aku yang memilihmu menjadi Ibuku hingga
kini kau menjadi Ibuku. Bukan juga karena engkau menginginkan aku menjadi
anakmu, tetapi karena Allah yang telah memilihmu untuk menjadi Ibuku. Engakulah
wanita syurga bidadiri dunia bagi ku ibu.
Seluruh pengorbanan dan
seluruh yang kau beri tak mampu bagi ku untuk membalasnya, ketahuilah ibu
engkau adalah wanita yang amat luar biasa, engkau bagaikan malaikat yang telah
Allah pilihkan untuk menjadi ibu ku. Mengandung ku selama 9 bulan 10 hari, aku
yakin kala itu engkau begitu lelah, engkau begitu letih karena beban tubuh ibu
bertambah karena aku. Engkaulah wanita akhir zaman yang telah Allah takdirkan
sebagai Ibuku, Wanita terbaik yang memiliki cinta dan kasih sepanjang masa Dan
aku bersyukur karena Allah sudah memilihkan engkau sebagai Ibuku...
Padamu terletak kasih
sayang yang utuh, padamu melekat kasih sayang yang luas, bahkan syurga yang
indahpun berada di telapak kakimu. Semua yang aku tuliskan disini adalah
setitik kasih sayang yang tertanam pada diriku dari benih kasih sayangmu. Meski
aku tak pandai merangkai kata, namun kuharap ungkapan ini mampu mewakili terima
kasih ku dan rasa cinta ku yang teramat dalam pada ibu.
Maafkan atas kesalahan
dan khilaf ku selama ini, yang mungkin dalam kata atau perbuatkan ku telah
menyakiti hati ibu, bahkan membuat ibu menangis. Tapi, ketahuilah ibu aku amat
menyayangi mu, mencintaimu. Meskipun, cinta kasih ku tak akan pernah mampu
membalas cinta kasih mu pada ku selama ini. Emas permata tak berguna, intan
berlian tak berupa jika dibandingkan dengan kasih saying mu. Ibu ijinkan aku
membahagiakan mu dan ijinkan aku membuka pintu syurga ku melalui ridho mu. Aku
sangat mencintai mu ibu…. terima kasih ibu…
Teruntuk ibu ku
tercinta ibu-ibu di seluruh dunia …. Selamat Hari Ibu…..
Teruntuk Ibu ku, Erni Repita sayang ibu selalu.....
Komentar
Posting Komentar